Congor Netizen Bijak Tentang Bencana Alam




Ini merupakan twit dari akun Toga Nainggolan (@TogaMD). Beliau berpendapat mengenai datangnya bencana yang tidak seharusnya dikaitkan dengan kebencian. Biasanya netizen jahat kan palig gampang kalau menghujat dan menyampaikan kata-kata berisi kebencian. Mimin sih setuju banget dengan kata-kata dari Abang ini. Begini katanya:

Buat yg menganggap musibah di dunia sbg tanda kemarahan Allah, ingatlah - Nuh punya istri & anak yg durhaka - Ayub jatuh bangkrut, sakit bertahun2 - 3 putra tersayang Rasulullah sakit & wafat saat balita dan Allah lbh mencintai mereka drpd kau serta seluruh isi bumi yg kaudiami

Sederhananya, jika musibah itu menimpa kita, kita berhak dan wajib muhasabah, menghitung diri, mgkn ada yg salah. Itu pun tetap dlm bingkai prasangka baik kpd Allah. Namun, jika menimpa org lain, yg boleh dilakukan adlh bersimpati, mendoakan, membantu, atau setidaknya, diam.

Saranku, sih, daripada menuduh dosa si A yg menyebabkan banjir, dosa si B yg membuat gempa, dst, lebih baik datangi @BNPB_Indonesia atau BPBD di tempatmu. Minta peta bencana di provinsimu. Di situ tergambar berbagai jenis bencana dan tingkat kerawanannya secara rinci.

Dng mengetahui jenis dan tingkat kerawanan bencana yg mengancam tempat tinggalmu, kamu bisa lebih siap utk menghadapinya. Kata orang zaman dulu, "Jika takut diterpa ombak, jangan berumah di tepi pantai." Namun kalau tetap mau di sana, ketahui cara menghindari badai tsunami.

LGBT marak atau tidak di Kalimantan, pulau itu relatif aman dari gempa, tetapi rentan kebakaran lahan gambut. Saleh atau bejat orang di kawasan Pegunungan Jayawijaya, mereka akan aman dari tsunami tetapi rentan kekeringan, kebakaran, dan hujan es.

Lantas, apakah jika bencana tampaknya tak terkait dng moral org di sekitarnya, kita merasa bebas berbuat dosa? Tidak juga. Org beriman percaya setiap dosa punya konsekuensi di akhirat. Ini lebih kpd anjuran utk tidak menghakimi org yg sedang ditimpa musibah. Itu kejam sekali :(

Sependek yg kutahu, anjuran/larangan dlm agama itu tak lebih tak kurang utk kebaikan kita juga, kok. Zina itu merusak RT, dan anak yg dibesarkan dlm RT yg rusak berpeluang utk rusak pula. Homoseksualitas dilarang krn itu lubang didesain utk "exhaust" ngapa lu hajar pakai piston?

Tapi itu urusan kaulah. Resiko tanggung sendiri. Anjay! Gatal mau menulis "Do it at your own risk," tapi takut dimarahi Uda Ivan. Yg bisa kulakukan hanya menjaga keluargaku agar jgn kaurusak dng pistonmu itu. Ke kehidupan mrk aku punya kartu akses, tapi tidak ke kehidupanmu :)

Sudah, ah. Semakin panjang utas, semakin besar peluang untuk sotoy dan sok paling bermoral. Mohon maaf jika ada yg tidak berkenan. Yuk, bhay!

Macam peribahasa "sedalam-dalamnya kau mengubur bangkai, akan tetap tercium juga", thread dari abang ini pun begitu. Sebagus-bagusnya twit dan sebijak-bijaknya twit seperti Dewi Kwan Im, pasti ada saja netizen yang berkomentar nyeleneh, miring, dan tak bijak - rasanya bisa kau masih tanyakan kesetiaanku (nyanyi lagunya Kirey berjudul Terlalu). Tapi admin gak mau ah posting nyinyiran di postingan pertama ini. biarlah akunnya Bang Toga yang dilumuri noda kenistaan netizen jahat.


BHAY!!


Comments